Katia tersentak bangun dengan Timmy sedang berdiri di sisi ibunya. Tangan kecil anak itu menelungkup wajah Katia yang basah oleh keringat. “Timmy!??!” tanya Katia sambil berusaha mengatur nafasnya yang terengah engah. “Apakah kau melihatnya Mom? Mimpiku?” tanya anak itu dengan wajah polosnya. Mimpi? , pikir Katia. “Apa?” Gadis itu menoleh ke sekeliling ruang tamu tampak kebingungan. “Jangan pergi, Mom!” “Pergi kemana Tim?” “Elena akan membawamu ke kuil wanita itu besok pagi. Dimana wanita bercadar yang mirip denganmu akan membawamu ke dasar laut. Dan membunuh Zack! Jadi..jangan pergi Mom.” Ulang Timmy kali ini dengan mata mulai berlinang air mata. Katia menatap wajah anaknya. Apakah yang barusan dialaminya hanyalah mimpi? “Timmy, apakah kau yang menyebabkan mimpiku? Mimpi tent

