“Aku membuat reservasi makan malam untuk kita berdua malam ini. Bersiap siaplah," ajak Zack ketika mereka sampai di dalam apartemen. Undangannya terasa lebih terasa sebagai perintah daripada ajakan. “Malam ini aku mana bisa, aku kan ada jadwal kerja di restauran.” “Telpon bos mu, mintalah ijin.” Katia terdiam merenung. Ken memang memperlakukannya lebih manusiawi akhir-akhir ini. Tepatnya setelah dia datang mengendarai mobil Zack, pria itu sepertinya lebih berhati-hati saat berbicara dengannya. Dan makan malam di restaurant dimana dirinya bukan pelayannya sepertinya terdengar menyenangkan, pikir Katia “Baiklah. Akan kucoba.” “ZZAAACKKK!!” jerit Timmy dari lantai atas. Anak itu berlari sekencang kencangnya melewati dua anak tangga sekaligus. “Timmy!! Hati hati!!” jerit Bertha men

