Bagian 62

1285 Kata

Perdamaian ... perdamaian .... Perdamaian ... perdamaian .... ~oOo~ Sampe rumah gue disambut sama suara ribut-ribut. "Onii-can!" Si Salsa manggil gue dengan tampang melas banget. Ada dua temennya, eh, bukan ding. Mereka anak tetangga, kayaknya sekelas sama si Adit. Tumben-tumbenan ada di sini. Si Aditnya ke mana ini? Diapelin dua cewek malah enggak disamperin. Gue ngasih chargeran dulu ke emak, setelah itu keluar lagi. Si Salsa dari tadi melas ke gue minta dibantuan. "Nani?" Nah gue ketularan kan. "Watashi wa karera no chatto o rikai shite imasen," keluh dia. Jirrr, kenapa gue bisa ngerti ya. Intinya si Salsa enggak paham sama obrolan dua orang tamu di depan. Otomatis gue sebagai abang yang baik dan bijak turun tangan membantunya. "Jadi kenapa ini?" tanya gue di tengah-tengah ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN