Peringatan! Jangan dibaca bagian 61 sampai bab terakhir karena isinya hanya pengulangan. Bonus saya tidak cair di bulan September jadi saya harus mengulangi update agar hak saya terbayarkan. Mohon pengertiannya, ya. Terima kasih. *** Mari pulang. Marilah pulang.. Marilah pulang... Bersama-sama.... ~oOo~ Lantunan lagu sepatu gelang, masih terngiang-ngiang. Padahal udah gue matiin musiknya pas turun dari angkot, sebelum masuk ke g**g. Dari jauh udah keliatan rumah gue yang paling bagus, karena emang enggak ada rumah lain lagi di situ. Rumah tetangga letaknya rada jauh, terhalang kebun kecil di samping dan belakang rumah. Sedangkan di depan rumah gue, berdiri kokoh tembok pembatas yang memisahkan perumahan sama kampung tempat gue tinggal. Sesampainya di depan pintu, kupi

