Seandainya Diandra bisa, ia pasti akan melarang Kinara melakukan ini. Andai Diandra mampu, ia akan mengasuh anak dari adiknya itu. Ia akan menyayanginya sepenuh hati. Ia takkan pernah merelakan anak itu diambil alih oleh orang selain keluarganya. Meski orang itu adalah ayah biologisnya. Ayah biologis yang bahkan dengan pengecut meninggalkan Kinara yang dalam kondisi seperti itu. Diandra terus merenung sampai-sampai para pegawainya bingung. Ia tak sadar jika buku catatan pesanan yang ada di meja sudah penuh coretan. Semua karena ulah tangannya. Ia tak sadar sedari tadi sudah mencorat-coret buku itu dengan penuh emosi. "Mbak!" Diandra sampai tak sadar ada Ridwan di depannya. Laki-laki itu sedang meminta nota pesanan yang akan dikirimnya. Namun, yang diajak bicara tak ada respons. Ridwa