Setelah memastikan kondisi Lintang benar-benar stabil di bawah penjagaan Kalinda, Bramasta mengajak Dewa untuk langsung bergerak menuju kantor polisi. Sepanjang perjalanan, atmosfer di dalam kendaraan terasa begitu pekat oleh hawa amarah yang tertahan. Bramasta tidak banyak bicara, namun binar matanya memancarkan ketegasan seorang kepala keluarga yang siap menghancurkan siapa saja yang mengusik ketenangannya. Begitu mereka melangkah masuk ke koridor mapolres, sosok Reksa sudah berdiri di sana. Setelan jasnya sedikit berantakan, namun aura profesionalnya sebagai seorang pengacara kelas atas tetap memancar kuat. Beberapa berkas perkara dan salinan digital sudah berada di dalam genggamannya. "Om Bram," sapa Reksa, melangkah cepat menghampiri sang paman dan Dewa. "Bagaimana perkembangannya,

