Melihat siluet tinggi Dewa yang berjalan bersisian dengan Lintang di antara kerumunan, mata Linggar langsung membulat sempurna. Rasa capek yang tadi ia keluhkan seketika menguap begitu saja, berganti dengan energi yang meluap-luap. Ada kesempatan dirinya untuk meminta pada Mas Bule yang tak pernah pelit padanya itu. "Mas Dewaaaa!!" teriak Linggar sangat kencang, suaranya sampai mengalahkan bising musik senam di kejauhan. Ia melompat dari undakan semen dan berlari kecil—meskipun badannya membal-membal—menyambut kedatangan Dewa seolah pria itu adalah pahlawan yang membawa harta karun. Memang benar bukan, apapun yang Linggar pinta akan dituruti. Dewa yang tadinya memasang wajah datar, tak kuasa menahan senyum tipis saat melihat antusiasme bocah itu. Ia segera merendahkan tubuhnya saat L

