53. Angin Kencang dari Arah Lain

2146 Kata

Dhika’s POV  “Dhik, kamu sibuk atau enggak?” Pertanyaan Ibu membuatku yang tadinya hendak mengambil air mineral di kulkas, seketika berhenti. Aku menoleh, beliau sedang menata belanjaan di atas pantri. Sepertinya beliau baru saja pulang dari pasar. “Ibu tanya sekarang, atau seharian ini?” “Sekarang. Memangnya hari ini mau ke mana?” “Mau cek cabang baru. Udah mau final soalnya, jadi harus sering-sering dicek.” “Oh ... ibu perlunya sekarang. Kamu duduk di sofa. Ibu tak nata ini dulu biar enggak semrawut.” Aku mengangguk. “Ya.” Aku meneruskan mengambil air mineral, lalu duduk di sofa ruang tengah. Ada Ayah juga di sana. Beliau sedang baca koran kemarin karena yang hari ini belum datang. Berselang dua menitan, Ibu menyusul. Ayah di sebelahku masih asik sendiri dengan bacaan beliau.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN