“Syukurlah Olivier sudah boleh pulang sore ini,” kata Camille sambil memegang dadanya dan menghela napas lega. Aurelie yang berjalan di sampingnya hanya tertawa. “Tidak perlu berlebihan begitu, Camille. Pacarmu hanya menjalani operasi usus buntu biasa.” Ia baru saja menemani Camille mengurus administrasi Olivier sebelum keluar dari rumah sakit. Sekarang mereka sedang berjalan kembali ke kamar tempat pacar Camille dirawat. “Tapi tetap saja aku khawatir selama dia dioperasi,” kata Camille tidak peduli. “Kau pasti juga akan begitu kalau Arata yang menjalani operasi usus buntu.” Aurelie tersenyum kecil dan mengangkat bahu. Mungkin saja. Camille memandangnya dengan tatapan menyelidik. “Kenapa? Ada apa dengan Arata?” Aurelie menghela napas dan menggeleng. “Tidak apa-apa,” sahutnya. “Hanya s

