Marseille, Prancis. Awal Januari salju mulai turun, meski tidak intens, dengan suhu delapan hingga sembilan derajat Celcius. Udara dingin membuat persendian Celina ngilu. Dari luar ia menutup pintu kayu apartemennya di wilayah Panier dengan sedikit menggigil. Setelah membeli beberapa pakaian hangat di kawasan Canebière yang dipadati pengunjung, Celina berjalan menuju pelabuhan. Libur sekolah membuatnya merasa jenuh, seolah tidak ada hal lain yang bisa ia lakukan selain berkeliling kota. Angin musim dingin menusuk kulit, membuat Celina berulang kali mengusap lengan mantelnya. Napas yang keluar dari bibirnya berubah menjadi uap tebal. Ia menarik kerah mantelnya lebih rapat, berusaha menahan dingin yang semakin terasa. Saat tiba di pelabuhan, pandangannya tertuju pada lautan. Bungkahan es

