Sebulan sudah berlalu sejak Arata meninggalkan Paris. Walaupun tidak bisa mengembalikan hidupnya seperti sebelum ia mengenal Arata, tapi Aurelie berusaha menjalani hari-harinya senormal mungkin. Arata masih muncul dalam pikirannya setiap hari tanpa bisa dicegah, tapi Aurelie berusaha tidak sedih dan menangis lagi. Arata tidak pernah menghubunginya sejak meninggalkan Paris, jadi Aurelie tidak tahu bagaimana keadaannya. Aurelie tidak bisa menahan diri untuk penasaran, tetapi pada akhirnya ia meyakinkan dirinya sendiri keadaan seperti sekarang adalah yang terbaik. Segalanya berjalan baik, setidaknya sebaik yang bisa dilakukan dalam situasi ini, sampai Aurelie menerima telepon yang mengabarkan berita buruk itu. *** Mobil ayahnya mogok lagi sehingga Aurelie terpaksa harus menyetir mobil dan

