"Sayang, udah. Ini kita udah belanja banyak baju. Kamu beliin aku baju buat dipakai atau mau buka toko, sih?" omel Nara. Bukan tanpa alasan, sekarang di tangan Elang sudah ada banyak tas belanjaan, dan dia masih mengajak Nara berkeliling ke toko yang lain lagi. "Kalau nggak dihabisin buat belanjakan kami, mau dikemanakan uangku, Sayang? Lagian ini kita bukan mau ke toko baju biasa, kok." Nara mengerutkan keningnya saat mendengar pengakuan Elang. Kalau bukan toko baju biasa, mereka mau kemana? Toko baju luar biasa? Baju-baju buat pahlawan pembela kebenaran? "Maksud kamu? Bukan toko baju biasa, jadi toko baju apa?" Nara mengajukan pertanyaan. Dia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Elang. "Tuh," Elang menunjuk ke arah sebuah toko menggunakan dagunya. Sesaat sete