"Grandpa janji, anak laki-laki itu akan seumur hidup berada di penjara!" Grandpa berujar sambil menggeretakan geraham menunjukan betapa geramnya beliau. Setelah para dokter melakukan CT Scan dan mengobati luka Aura, gadis itu langsung dibawa ke ruang perawatan. Aura sudah sadar saat itu tapi tidak bisa berbuat banyak, hanya bisa melihat grandma Mery menangis ditemani Maria dan Alvin yang berdiri di ambang pintu. "Bang... kamu harus balas perbuatan orang yang sudah membuat cucu Grandma menderita.” Grandma Merry berseru dengan amarah yang tak terbendung. Tanpa mengomentari ucapan sang grandma, Rendra mematung menatap Aura di mana ternyata gadis itu juga tengah menatapnya. Kedua tangan Rendra yang mencengkram ujung tempat tidur hidrolik menampakan buku jarinya yang memutih tanda jik

