Aura masih meratap saat pintu kabin terbuka, Jordan mengayunkan langkah panjangnya memburu Aura hendak membawanya ke ranjang tapi lagi-lagi Aura meronta dengan sisa kekuatan yang dia punya. Merasa kesal karena sikap bar-bar Aura yang begitu menyulitkan, Jordan mencengkram dagu Aura menggunakan tanganya. Wajah cantik Aura kini terlihat mengenaskan dengan luka dan jejak ungu di beberapa bagian. "Jangan melawan kalau kamu masih ingin hidup,” ancam Jordan. Tapi Aura terus memukul, berteriak dan menendang dengan sekuat tenaga. Harapannya kali ini adalah Jordan membunuhnya saja, dia tak akan sanggup menanggung beban hidup setelah nanti Jordan berhasil memaksakan kehendak padanya. Tanpa perasaan Jordan menarik rambut Aura kemudian menyeret tubuh ringkih itu ke ranjang. Aura berteria

