Cukup jauh perjalanan yang Aura tempuh dengan suami tampannya berada di balik kemudi. Selama perjalanan keduanya hanya diam, Rendra sibuk dengan pikirannya sedangkan Aura memperhatikan suasana dan arsitektur kota London yang jauh berbeda dengan yang ada di negaranya. Mata Aura tidak henti-hentinya berbinar takjub melihat bangunan-bangunan tempo dulu yang masih dipertahankan hingga kini. Sampai akhirnya Rendra menghentikan mobilnya di suatu area parkir. “Turun.” Suara bas itu terdengar datar ketika memerintah Aura untuk turun. Tidak membantah, Aura pun melepas seatbelt kemudian membuka pintu dan segera saja udara sejuk langsung menerpanya. Netra Aura bergerak memandang sekeliling disertai senyum bahagia yang terlukis cantik di wajahnya. Ini kali pertama Rendra mengajak jalan-j

