Pagi menjelang, suara kicau burung menjadi alarm alam ketika keduanya masih tertidur pulas dengan posisi saling mendekap erat. Aura mengerjap beberapa kali kemudian membuka matanya yang kini telah bengkak karena memeras air mata semalaman. “Abang! Bangun!! Enggak kerja?” Aura mendongak ketika bertanya demikian. Satu tangan Rendra yang dijadikan bantal oleh Aura dan satunya lagi yang melingkar di pinggangnya semakin mengerat. Membawa Aura masuk semakin dalam ke pelukannya. “Baaaang!” “Hem?” “Udah siang!” “Biarin!!” Rendra menyahut sambil memejamkan mata. Lelaki itu sehari saja ingin bangun siang, otaknya terlalu lelah memikirkan pekerjaan ditambah kelakuan sang istri yang sudah menyita banyak pikirannya. “Kamu kuliah?” lelaki yang masih memejamkan matanya itu bertanya.

