Pengakuan

1013 Kata

Bola mata Aura bergerak gelisah di balik kelopak matanya yang tertutup rapat. Peluh membasahi pelipis dan kepalanya yang bergerak ke kiri lalu ke kanan bahkan Aura meronta dalam pelukan Rendra. “Jangan!! Lepas!! Jangan, please!! Abaaaaang!!!” Aura berteriak sampai tanpa sadar bangkit mendudukan tubuhnya. Matanya terbuka lebar dengan nafas tersengal, Aura merasakan jantungnya berdetak hingga terasa sakit memukul rongga d**a. “Ra...,” panggil Rendra yang ikut mendudukan tubuh dari posisi berbaring. “Jangan...lepaaas,” bentak Aura sambil menutup wajah ketika Rendra menyentuhnya. “Ini Abang, Ra....” “Abaaaaang!!!” Aura melingkarkan tangan di tubuh Rendra setelah menyadari sang suami ternyata berada di sampingnya, mendekap erat seolah tidak ingin lelaki itu pergi. “Abang...maa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN