Selama perjalanan pulang keduanya terdiam hanya mampu bersuara dalam pikiran masing-masing. Sungai Thames menjadi saksi ketika tanpa sengaja bibir mereka bersatu kembali dan Rendra seakan enggan melepas bibir Aura. Kedua tangannya malah membalik tubuh Aura agar bisa melesakan lidahnya lebih leluasa ke dalam sana. Dengan kemampuan yang masih amatir, Aura pun membalas semua perlakuan lembut Rendra pada bibirnya. Sambil memejamkan mata Aura bisa merasakan kalau Rendra menginginkannya, kedua telapak tangan lelaki itu mendekap lebih erat membuat d**a mereka merapat. Rendra baru melepaskan pagutan ketika keduanya hampir kehabisan oksigen. Aura menggigit bibir bawah sambil memejamkan mata sekilas tatkala gelenyar asing seperti kupu-kuku beterbangan terasa di perutnya. Saat itu nafas

