“Sudah sampai Nyonya....” Suara Jerry membangunkan Aura dari lamunan. Ketika memasuki pelataran parkir kampusnya tadi, ingatan Aura mengenai kejadian di paviliun rumah Alvin datang kembali. Keringat dingin langsung menyerang, telapak tangannya mulai basah. “Jerry...apa setelah mengantarku, kamu akan pulang?” “Tidak Nyonya, saya diperintahkan tuan muda untuk menunggu Nyonya sampai selesai mata kuliah nanti.” “Oke...Thanks Jerry!” Setelah mndapat anggukan dan sebuah senyum dari Jerry, Aura turun dari kabin belakang mobil. Hatinya merasa tenang mengetahui Jerry akan menunggunya. Terlebih perintah tersebut datangnya dari Rendra, ternyata sang suami mengkhawatirkannya. Benarkan dugaan Aura, kalau Rendra telah menyayanginya. Aura mulai melangkah menaiki anak tangga menuju ged

