Luar Biasa

558 Kata

“Bang....” panggil Aura setelah meletakan bukunya di meja. “Hem...” Aura tersenyum mendengar suaminya hanya bergumam menjawab panggilannya. Lelaki itu memang telah berubah hangat tapi masih tidak dapat menghilangkan gumaman tersebut. “Ada apa?” tanya Rendra dengan kedua alis trangkat. Sungguh kemajuan yang sangat pesat, biasanya lelaki itu hanya bergumam saja tapi kini Rendra menambahkan sebuah pertanyaan. “Apa yang Abang lakuin sampai temen-temen Aura di kampus ga berani gangguin Aura trus karyawan di kantor Abang juga jadi pada ramah banget sama Aura...” tanya Aura hati-hati. “Enggak ada!” jawab Rendra tak acuh. “Bohong! Kata Alvin sama Maria, Abang ngelakuin hal yang---“ kalimat Aura terhenti kemudian menutup mulutnya dengan kedua tangan. Ia merasa kelepasan bicara seolah meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN