“Bang...kenapa kita pulang? Acaranya juga belum selesai!” Aura yang ditarik Rendra menuju loby gedung tempata acara berlangsung, bertanya demikian. “Gunting pita sama pidatonya udah selesai jadi urusan Abang juga udah beres...Kita pulang aja!” jawab lelaki itu sambil terus melangkah membuat langkah Aura terseok untuk menyamai langkah panjang suaminya. Limousine yang membawa mereka tadi ke pesta telah berada di depan loby dengan Rudolf dibalik kemudi yang siap mengantar mereka kemana pun mereka ingin. “Rumah...” ucap Rendra kepada Rudolf setelah keduanya berada di kursi kabin belakang. Perlahan mobil mewah itu bergerak melintasi jalanan membelah kota London. “Bisa kita berhenti disini Rudolf?” sebuah pertanyaan yang terdengar memerintah itu seketika membuat Rudolf menginjak rem. Kepal

