Tiba di Holland Hoek, sebuah mobil mewah sudah menjemput mereka. Mobil yang mereka tumpangin menyongsong fajar menuju Rotterdam. Supir paruh baya yang ramah itu membawa mereka kesebuah restoran dengan suasana indah luar biasa dimana pemandangan air dan perahu dapat mereka lihat dari setiap meja. “Dingin?” Rendra bertanya kepada Aura setelah pelayan pergi membawa menu makanan pesanan mereka. Aura yang telah memakai longcoat masih saja menyilangkan tangan di depan dadanya untuk mengusap lengan bagian atas mencari kehangatan. “Iya...” satu kata terdengar seiring dengan uap hangat yang keluar dari mulutnya. Rendra menipiskan bibir kemudian meraih kedua tangan Aura lalu mendekatkannya ke bibir, perlahan ia tiup telapak tangan Aura untuk menyalurkan kehangatan melalui hembusan nafasnya. A

