Sidang

827 Kata

Aura mencengkram erat ujung blazer sambil menunduk merasakan kegugupan mendera. Getaran-getaran yang dirasakan pada tangan yang basah itu perlahan menguasai tubuhnya. Walau dia datang bersama suami juga Grandma dan Grandpa namun tetap saja jantung Aura bergemuruh kencang, bergejolak sampai dia bisa merasakan mulas pada perutnya. Belum pernah Aura berurusan dengan hukum apalagi sampai ke meja hijau seperti ini. Padahal dirinya yang menjadi korban namun entah kenapa rasanya seperti seorang terdakwa yang akan duduk di kursi kesakitan. Mereka semua berjalan beriringan memasuki gedung tinggi dengan banyak tangga dan pintu ganda besar lalu melewati koridor menuju ruang sidang mengikuti tuan Alfons-sang Pengacara beserta asistennya yang berjalan memimpin di depan. Rendra menoleh pada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN