"Biar saja para pelayan yang siapkan, Yu," lantang suara Maria terdengar. Maria melangkah dengan hati-hati memasuki ruang makan, tongkat kayu berukir yang selalu menemaninya tampak bergoyang seiring langkahnya. Namun, matanya yang tajam langsung menangkap situasi yang sedang terjadi. Ia berhenti di ambang pintu, seolah menilai keadaan sebelum berbicara. Ayu yang melihat kedatangan Maria cepat-cepat berdiri dan berjalan mendekat. Meskipun sempat terbesit rasa ragu, ia tidak ingin membuat suasana di sana semakin tegang. "Enggak apa-apa, Oma. Biar Ayu saja yang menyiapkan semuanya," ujarnya dengan suara lembut, mencoba menjaga keramahtamahan yang selama ini ia pertahankan di depan Oma Maria. Maria menatap Ayu sejenak, lalu mengangguk. "Kamu baik sekali, Yu. Tapi jangan terlalu lelah," ucap

