"Jangan ngomong seperti itu, Lan. Setidaknya kehidupanmu itu jauh lebih baik dariku," ucap Hery. Jika dipikir lebih dalam, memang benar apa yang dikatakan oleh Hery barusan. Alan menganggap jika cerita kehidupannya itu pelik. Namun, ada waktunya ia lupa jika teman-temannya merasakan kesusahan hidup yang jauh lebih sulit daripada dirinya. Bahkan untuk bisa berkuliah saja, mereka harus sambil bekerja agar dapat membayar biaya kuliah yang tak murah. "Iya juga, sih. Ya udah, aku pulang duluan ya, Her," pamit Alan serata melambaikan tangan. "Buru-buru amat, Lan. Mau ke mana?" tanya Hery. "Aku ada janji sama Ayu kalau malam ini akan ikut makan malam bersama di rumah," jawab Alan sambil mengambil kunci motor yang ia letakkan di atas meja kerja. "Ayu?" Hery bertanya-tanya dengan kedua alis ya

