bc

Gairah Panas Tuan Naskala

book_age18+
53
IKUTI
1.0K
BACA
family
HE
brave
heir/heiress
drama
sweet
bxg
kicking
campus
city
office/work place
childhood crush
like
intro-logo
Uraian

"NASKALA, lepasin aku!!"

Suara jeritan seorang gadis menggema di sebuah kamar sebuah apartemen. Tapi laki laki yang sedang menahannya tak mau mendengar jeritan itu dan malah melakukan apa yang dia mau.

"Aku nggak bakal lepasin kamu Naresya, aku bakal bikin hidup kamu hancur!"

Suara baritone yang berat itu membuat gadis itu mulai terisak.

"NASKALA, please, jangan, aku masih segel!" Rintih gadis itu takut.

Tapi laki laki itu tak peduli dengan tangisannya dan membuat malam itu menjadi neraka buat Naresya.

"AKU BENCI BANGET SAMA KAMU NASKALA!!"

"Argh ....sakit!!"

#

Kritik dan Saran boleh DM Ig aku dan jangan lupa di follow IG : Sangkarachan/Sangkarachan2

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1
"Naskala kamu gila hah? Lepasin aku!!!" "Naskala lepasin!" pinta Naresya keras. "Arghhhh, jangannn ....ss hhhhh!" Satu, dua dan lebih jejak bibir laki laki itu terus di tinggalkan di leher jenjang sang wanita yang terus berusaha menghindar. Naskala terus berusaha mencium Naresya yang menghindarinya. Dia memaksa Naresya untuk menerima ciumannya tapi Naresya terus menggelengkan kepalanya. "Kenapa Nares? Kamu takut sama aku heh?" Naresya menggeleng kuat di bawah kungkungan badan Naskala. Dia benar benar takut saat ini, baru kali ini ada seorang laki laki yang berbuat kurang ajar kepadanya. "Kenapa diam hah? Bukannya kamu udah biasa melakukannya?" Mata Naresya menatap Naskala nyalang. "Kamu anggap aku jalang hah??" Bentak Naresya yang sudah mulai marah pada Naskala. Naskala tertawa, tapi tawanya menakutkan untuk Naresya. Bahkan dia tak tahu kenapa Naskala malam malam ke apartemennya dan memaksa masuk lalu melecehkannya seperti ini. Naskala mencengkeram kuat dagu Naresya yang membuat sang empu meringis kesakitan. "Kamu emang jalang dan kamu pantes di perlakukan seperti ini!" Setelah mengatakan itu, Naskala mencium Naresya dengan brutal meskipun Naresya menolak. Dia juga bahkan sudah menangis dan berteriak saat Naskala menjelajahi tubuhnya. Krak..... Srettt Mata Naresya membola saat Naskala merobek pakaian yang dia kenakan. Mata Naskala terlihat berbeda. Sejak awal Naresya tahu jika Naskala di pengaruhi alkohol tapi dia benci melihat Naskala yang saat ini memperhatikan tubuhnya dengan penuh nafsu. Naresya beringsut mundur sambil menutupi badannya dengan kedua tangannya. Tapi Naskala yang sudah kalap tak peduli dengan hal itu. Naskala kembali menerjang Naresya dan memaksanya menerimanya. "Tidak Naskala, tolong jangan lakuin itu. Aku masih virgin!" Pinta Naresya terisak. Naskala sudah tuli karena sudah dikuasai nafsu dan juga alkohol itu. Dia tak peduli dengan teriakan dan isakan Naresya yang semakin menjadi. Tapi sialnya saat Naskala memaksa Naresya tubuh Naresya seolah mengijinkan Naskala melakukannya. Suara laknat itu keluar dari mulut Naresya dan akhirnya Naresya memilih menggigit bibirnya sampai berdarah. "Ahhhh .... Stop Naskala... Ini sakit!" "Kalau kamu berontak, ini akan lebih sakit Nares, jadi nikmati saja!" racau Naskala yang sudah bisa memasuki tubuh Naresya dengan paksa. Tak ada pemanasan dan rasanya tubuh Naresya seperti di kuliti hidup hidup saat ini. Tapi Naskala tak peduli dan melesakkan kembali senjatanya yang sudah menegang penuh yang butuh pelampiasan dan pelepasan. Awalnya Naresya memberontak dan menangis saat Naskala terus menghajarnya tanpa ampun meskipun dia sudah memohon. Tapi Naskala memilih tuli dan terus melanjutkan apa yang dia lakukan. Sampai pada akhirnya Naresya hanya pasrah di hajar Naskala berkali kali. "Naresya, kamu benar benar enak ternyata!" Naskala terus bergerak di atas tubuh Naresya meskipun Naresya tak bergeming sedikitpun. Bahkan saat Naskala menciumnya dan bermain di dua benda kenyal miliknya Naresya tetap diam saja. Tubuhnya seperti mati rasa saat ini. Selang berapa jam barulah Naskala selesai melampiaskan semuanya pada Naresya. Setelah erangan panjang dari Naskala barulah Naskala melepaskan miliknya dari bagian inti Naresya. "Thanks Naresya, ternyata kamu emang nikmat banget!" Setelah mengatakan itu mata Naskala mulai terpejam. Naresya yang badannya sudah remuk dan hancur tak bisa bergerak. Dia sudah tak merasakan sakit apapun di bagian intinya. Air matanya perlahan berhenti sendiri dan tatapannya kosong. "Naskala aku benci kamu!!" Hanya itu yang bisa dia ucapkan. * * Tahun demi tahun berlalu. Kilasan masa lalu itu perlahan hilang meskipun sesekali masih terlintas di benaknya. Naresya harus terus mengkonsumsi obat penenang sampai saat ini. Dia juga enggan berteman atau dekat dengan lawan jenis. Setelah kejadian itu, banyak hal menyakitkan yang harus Naresya alami. Pulang dalam keadaan tak karuan membuatnya di usir dari rumahnya. Kedua orang tuanya yang seharusnya menjadi pelindung untuknya malah menjadi tempat lebih menyakitkan dari pada orang yang sudah merusak Naresya. Mungkin Naresya bisa bernapas lega karena kejadian itu tak sampai membuatnya hamil. Jika itu sampai terjadi apa yang bisa dia lakukan. Di usia yang muda, hamil tanpa ikatan. Mungkin dia akan memutuskan untuk bunuh diri saat itu juga. * Di satu sisi.... Naskala tumbuh menjadi laki laki arogan dan dingin. Tak tersentuh bahkan banyak wanita yang menggodanya. Dia tumbuh menjadi laki laki tampan tapi tak punya belas kasihan. Hatinya tertutup dan mati, tapi ada satu titik dia merasakan kesakitan luar biasa. Kejadian di masa lalu selalu membuatnya merasa bersalah dan tak tenang. Selama itu pula, Naskala berusaha mencari Naresya. Sampai dia ingin menyerah. * Flashback On...... Naskala yang terbangun, memijat kepalanya yang berdenyut karena sakit. Dia menyesuaikan pandangan matanya sejenak dengan keadaan sekitar. Kilasan semua kejadian mulai masuk ke dalam ingatannya. Deg..... Dia menoleh ke sebelah dan tak ada siapa siapa di sana. Kamar itu sepi, Naskala bangkit mengambil bajunya yang tercecer. Tapi sesaat tubuhnya mematung melihat bercak merah di atas sprei yang berantakan. "Sial.... Naresya....." Dia mencari keberadaan gadis itu tapi tak menemukannya sama sekali. Gadis itu pergi, dia mencoba menghubungi ponsel Naresya tapi tak terhubung. Naskala, yang sudah tak bisa menemukan Naresya pun memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Tapi bagai ada petir di siang bolong. Sesaat setelah dia sampai di mansion dia mendengar percakapan papanya dengan seseorang. "Kerja bagus, kamu ternyata bisa menghasut Naskala untuk membenci wanita itu. Naskala tak pantas bersanding dengan wanita miskin itu. Naresya, dia hanya wanita miskin. Aku yakin dia hanya memanfaatkan Naskala untuk menjadi kaya." "Benar om, Naskala hanya cocok sama aku kan om? Dan misi kita berhasil, Naskala salah paham saat melihat Om bersama Naresya di depan hotel waktu itu. Padahal Om kan janjiannya bukan dengan Naresya," sahut wanita itu. Naskala membelalakkan matanya mendengar itu semua. Brak..... "Jadi papa rencanakan ini semua pa? Dan kamu Gisel, kamu bener bener gila, wanita iblis. Bukan Naresya yang jalang tapi kamu yang jalang!!!" teriak Naskala keras. Alfonso dan Gisel yang ada di ruangan itu terkejut karena tak menyangka jika Naskala akan pulang pagi ini. "Naskala jaga bicara kamu, Gisel ini calon tunangan kamu!!" bentak Alfonso. "Dan kamu juga nggak pantas di sebut papa. Apa ada seorang papa yang tega melakukan itu semua? Merusak kebahagian putranya hanya demi bisnis papa. Dan satu lagi Naskala nggak akan pernah mau tunangan sama wanita jalang seperti dia!" Plak...... Alfonso menampar keras pipi Naskala dan membuat tubuh Naskala terhuyung ke belakang. Kaila yang melihat putranya di tampar pun tak terima. "Cukup pa, cukup sikap arogan mu itu. Naskala berhak menentukan pilihannya sendiri. Dia sudah dewasa jadi jangan menyetirnya hanya karena ambisi gila mu itu!!" Kaila, mama Naskala membela putranya dan itu membuat Alfonso meradang. Berani kamu membentak ku Kaila, kamu lupa aku suamimu!" "Dan aku ibunya Naskala, setelah ini aku akan bawa pergi Naskala. Aku juga akan mengurus surat perceraian kita. Jangan kamu kira kalau aku tak tahu apa yang kamu lakukan di belakang ku." "Ya, pergilah sejauh mungkin, dan kamu tak akan mendapatkan apapun dari ku." sahut Alfonso lagi. Tanpa mengatakan Apapun lagi Kayla membawa Naskala pergi dari sana. Kepala Naskala berdenyut nyeri mendengar semua pembicaraan kedua orang tuanya. "Maafkan mama Naskala!" Flashback off....

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.8K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
15.2K
bc

TERNODA

read
199.4K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.4K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.3K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
71.0K
bc

My Secret Little Wife

read
132.4K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook