Naskala dan Raga menemui Johan yang berada di ruang tamu. Sedangkan Naresya masih terus di kamarnya. Naskala sengaja tak memberitahu Naresya jika papanya mencari sampai ke rumah Raga. "Untuk apa kemari?" Naskala sudah menatap datar pada Johan. Raga membiarkan saja karena dia ingin mengawasi saja apa yang akan di lakukan Johan dengan datang ke rumahnya. "Dimana putriku?" Naskala merasa aneh karena Johan tiba tiba datang kesana menanyakan putrinya. Naskala terkekeh mendengar pertanyaan itu. "Putri yang mana yang kamu maksud? Jesika yang sekarang menjadi buronan?" Dagu Naskala terangkat tinggi, menunjukan arogansinya pada Johan. Mata Naskala yang nyalang membuat Johan sedikit terusik. "Naresya, aku ingin menjemput nya untuk pulang." jawab Johan tegas. Naskala manggut manggut s

