Naresya yang tak kunjung mendapatkan jawaban dari Naskala, memberengut kesal. Dia memukul Naskala dengan bantal miliknya. Bugh.... Bugh.... Naskala yang semula masih mengantuk langsung membuka matanya lebar. Dia menahan pukulan Naresya dengan cepat. "Sayang, kamu kenapa malah mukul aku terus?" Naskala menahan bantal yang di pegang Naresya dengan kuat agar Naresya tak lagi memukulnya. Tapi wajah Naskala berubah panik saat Naresya mulai terisak. "Loh, Naresya.... ada yang sakit? Kok malah nangis?" Naskala semakin panik saat Naresya malah semakin kencang menangisnya. "Sayang, aku salah. Aku minta maaf. Kamu kenapa hmm?" Nada bicara Naskala mulai lembut, dia meraih tangan Naresya berharap gadisnya itu bisa tenang. "Aku mau pizza." kata Naresya lirih. "Hah?" Naskala melon

