Joo Won menghembuskan nafasnya, menyeka air matanya yang seperti tidak ada habisnya untuk tumpah. Ia tersenyum lemah pada Ian juga Rea, "Terimakasih, maaf aku memperlihatkan sesuatu yang memalukan." "Menangis itu bukan sesuatu yang memalukan juga bukan berarti kau lemah." Jawab Ian. Ia kembali duduk di samping Rea, menatap Pamannya yang seakan tidak terusik dengan keributan yang mereka ciptakan. "Tiga bulan lagi kau akan menjadi ibu, Rea." Kata Joo Won. Rea mengangguk bahagia, ia mengelus perutnya sambil tersenyum lebar. "Apa kau merasa takut?" Tanya pria itu. Rea menghentikan elusan nya, "Takut. Aku tidak tahu apakah aku bisa menjadi orang tua yang baik untuk anak ku, apakah aku akan menjadi ibu yang baik untuknya, apakah aku akan sanggup membesarkannya. Tapi aku tahu aku tidak

