Rea tidak berhenti tertawa melihat Ian sudah gugup sejak mereka sarapan, "Kau itu ingin bertemu Ayahmu tapi gugupnya sudah seperti itu, bagaimana nanti kalau kau bertemu Ayahku untuk melamar ku?" Ian meneguk minumannya hingga habis sebelum menjawab Rea. "Asal kau tahu, aku dan Ayahmu sudah berbicara panjang lebar." Mata Rea membesar saat mengetahui hal itu. "Yang benar?! Kapan? Kenapa aku tidak tahu kalian bertemu?" "Kau ingat dua hari setelah aku sadar, kau sedang melakukan pemeriksaan dengan ibumu. Ayahmu ke kamarku, dia bilang sebenarnya dia ingin sekali menghajar ku, pertama karena membuatmu hamil, kedua karena kau terluka dan mengalami hal buruk itu. Jadi dari sana kami sudah berbicara panjang lebar." "Kenapa kau tidak memberitahu ku?" Ian hanya mengedikan bahunya, "Ayo aku anta

