Pagi-pagi sekali Aida sudah bergegas pergi ke butik, bahkan ia menolak tawaran Ye-Jun yang ingin mengantarkan dirinya. Aida memarkirkan mobilnya di di depan butik, tampak butik nya masih tertutup tirai dari dalam, bahkan tanda 'Closed' pun masih tergantung di kaca pintu. Bukan hanya butik nya tapi juga sederet toko di kanan kiri Aida pun masih tutup karena memang masih sangat pagi. Sejak semalam ia tidak tenang, ia sangat mengkhawatirkan Yerin. Aida merogoh tasnya mencari kuncinya, setelah dapat ia langsung membuka pintu itu. Suara lonceng kecil berbunyi bersamaan dengan suara pintu yang Aida buka. Aida kembali menutup pintu itu lalu berjalan menuju ruang kerjanya. Aida membuka pintu ruang kerjanya perlahan, di lihatnya Yerin masih tertidur di sofa miliknya. Aida menghembuskan nafasn

