Entah sejak kapan mereka sudah bergumul di kasur Rea, bibir mereka masih saling membelit satu sama lain. Dengan nafas terengah Ian melepaskan ciumannya, menatap Rea lalu seakan tersadar ia bangun dan duduk di pinggir kasur. "Maafkan aku." ucapnya lalu ia berdiri saat Ian ingin beranjak pergi, Rea menarik kaos belakang Ian. "Tetap lah di sini." ucap Rea dengan lirih dengan wajah serta bibir yang sudah memerah karena ciuman tadi. "Tolong lepaskan Rea, kalau aku lebih lama berada di sana aku tidak yakin bisa menahan diriku lebih lama lagi." jelas Ian. Rea sama sekali tidak membalas ucapan Rea tapi juga tidak juga melepaskan pegangannya di baju belakang Ian. Ian berbalik menghadap Rea, matanya melebar saat Rea menciumnya dan menjatuhkan tubuh mereka di atas kasur kembali. Ian men

