Ian memasuki sebuah mansion luas setelah memarkirkan mobilnya. Seorang pria tua yang berpakaian pelayan sudah menunggu Ian untuk di antarkan ke ruangan dimana anggota keluarga yang lain sudah menunggunya. Pria tua itu membukakan pintu begitu mereka sudah sampai di depan ruangan dengan pintu yang cukup lebar. Ian memasukkan tangannya ke saku celana dan memasuki ruangan itu dengan santai. Di dalam ruangan itu sudah ada Joo Woon, Hyuna, Ibu, Ayah, Kakek juga Paman dan Bibinya. Ian sejujurnya tidak suka dan tidak pernah tertarik untuk menghadiri pertemuan keluarga seperti ini, dan selama ini pun mereka tidak pernah repot-repot untuk mengundangnya. Ian menggeret satu kursi di samping wanita yang ia panggil ibu, saat mengucapkan kata itu Ian selalu tersenyum miris. Ia bahkan tidak pernah

