Shuuya melangkah gontai menuju kamarnya sendiri. Padahal jaraknya tidak sampai 5 meter. Tapi kenapa rasanya seperti 5 kilometer? Saat ia hendak membuka pintunya tiba-tiba pintu itu terbuka sendiri dari dalam. Dilihatnya Erick sedang menonton televisi. Lalu siapa? “Shuuya san!!!!!!!” kemudian tubuh langsing itu melenggak ke hadapan Shuuya sepersekian detik setelah teriakannya. “Kana? Sedang apa kau disini?” tanya Shuuya bingung di mana raut ketidaknyamanan tampak jelas tersirat dari wajahnya. “Tentu saja aku menjengukmu. Kau kan kekasihku!” katanya sambil memegang erat lengan Shuuya. “Aku sudah menunggumu sejak tadi. Sebenarnya kau pergi ke mana saja?” tanya gadis itu. Shuuya melepaskan tubuh Kana paksa. Ia kembali berbaring dengan raut dongkol. Saat ada hal penting yang harus dibicara