“Waaaaaaa, b******k! Dia pikir dia siapa? Apa karena mentang-mentang ia petinggi IQCI s****n itu dia berpikir jadi bisa mempermainkan aku seperti ini? s****n sekali.” Erick yang sedang santai membaca koran menengok Shuuya yang baru datang heran. “Apa yang telah terjadi padamu?” “Kau sudah tahu apa yang terjadi kan?” tanyanya Benar. Seorang dewa kematian akan selalu mengikuti tuannya. Baik tampak maupun tidak. “Menanyakan itu kan tata karma.” “Aku yakin ia bertaruh apa setelah ini ia akan mati atau tidak. Jika ia mati maka jelas akulah yang akan menjadi tersangka dan kecurigaan padaku akan menguat. Lagipula selama ini Ao… berarti Ao mengetahui semua ini? Aku sama sekali tidak menyangkanya.” “Makanya dengarkan nasihatku,” kata Erick ringan. “Yang salah bukan Ao. Yang salah adalah ora