Setelah itu Ao menutup matanya. Ia tak bergerak. Kami segera membawanya kembali ke kamar. Saat kepalanya menyentuh bantal kedua matanya kembali terbuka. Saat hanya ada aku disana. Dan hanya aku yang terlihat oleh Ao. Kedua matanya menatap aku dengan sangat serius dan mantap. Pandangan mata yang teramat ganjil. Pandangan mata yang tak aku kenali. Bukan pandangan mata yang aku kenali. Dokter berikan konfirmasi atas apa yang tejadi. Pria tua tambun itu menyatakan bahwa yang Ao alami hanya syok pasca kesadaran. Setelah itu semua akan kembali normal, begitu yang ia bilang. “Kenapa kalian tidak menjawab pertanyaanku? Siapa kalian?” tanya Shuuya sedikit meninggikan oktaf suara. Kata kembali terucap di mulut. Merambati udara. Menembus pendengaran. Shuuya mengerutkan alisnya. Ao berbeda. Ao yang