Tania membuka matanya pelan-pelan, cahaya pagi dari celah gorden menerobos masuk ke kamar mereka. Suara burung berkicau terdengar lembut, memberikan harmoni alami pada pagi yang damai itu. Ia menoleh, memandang suaminya, Ken, yang masih terlelap. Wajah Ken terlihat tenang, napasnya teratur, seolah dunia ini tidak pernah punya masalah. Tania tersenyum kecil, lalu menggerakkan jarinya untuk mencolek pipi Ken. “Hei...” gumamnya pelan, cukup untuk memancing sedikit reaksi. Ken, yang masih setengah sadar, meraih tangan Tania dan mengecup punggungnya dengan lembut, tanpa membuka mata. "Ken, bangun," bisik Tania sambil tertawa kecil. Ken membuka matanya perlahan, memandang Tania dengan tatapan penuh kasih. "Pagi, sayang. Ada apa pagi-pagi sudah manja seperti ini?" Tania hanya menggelen