Bab 7

1107 Kata

Udara siang itu terasa hangat dan tenang. Di tengah taman belakang rumah, sebuah ayunan rotan putih tergantung di bawah pohon besar yang rindang. Di sanalah Aurel berbaring, mengenakan gaun sederhana berwarna krem, rambutnya yang panjang terurai acak tertiup angin. Ia menatap langit biru di atas sana, mata sayunya kosong tanpa arah. Di d**a, terasa sesak oleh perasaan yang sulit ia jelaskan, campuran antara sedih, kecewa, dan marah. Air matanya sudah kering, tapi hatinya belum tenang. Suara desah lembut keluar dari bibirnya. “Apa yang harus aku lakukan sekarang?” bisiknya. Ia menutup matanya, membiarkan tubuhnya berayun pelan di atas kursi rotan itu. Gema kejadian malam itu masih terputar jelas di kepalanya, tatapan liar Samuel, genggaman tangannya yang terlalu keras, dan rasa sakit yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN