Bab 15

1180 Kata

Di dalam mobil yang melaju tenang di jalan utama, suasana hening terasa tegang. Samuel memfokuskan pandangan ke depan, rahangnya mengeras sejak pertama kali mobil meninggalkan halaman kantor. “Setelah sampai di bandara, sebaiknya kau pulang saja dengan taksi,” ucapnya datar tanpa menoleh. Aurel yang duduk di sampingnya hanya menatap keluar jendela sejenak, lalu mengalihkan pandangan ke kotak bekal di pangkuannya. Ia membuka penutupnya perlahan, memperlihatkan deretan sushi yang disusun rapi dengan warna cerah dan menggoda. Aroma cuka beras dan nori langsung memenuhi kabin mobil. “Aku sudah menyiapkan makanan sushi khas Jepang,” ujarnya, mencoba terdengar riang. “Ini mudah dimakan sambil menyetir, bukan?” Samuel melirik sekilas tanpa ekspresi. “Aku akan makan di bandara saja.” “Tapi…

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN