Bab 84

925 Kata

Aurel menutup telepon dengan tangan gemetar. Ponsel itu terasa jauh lebih berat dari biasanya, seolah seluruh beban hidupnya mendadak berpindah ke benda kecil di genggamannya. Ruangan hotel yang tadi terasa hangat dan intim kini berubah sesak, penuh tekanan yang tak kasat mata. Samuel berdiri kaku beberapa langkah darinya. Rahangnya mengeras. Sorot matanya berubah dingin dalam sekejap, seperti seseorang yang baru saja ditarik kembali ke dunia yang selalu ia coba jauhi saat bersama Aurel. “Ada foto kita?” tanya Samuel pelan, tapi nadanya berbahaya. Aurel mengangguk perlahan. “Mama bilang… fotoku sama kamu. Katanya tersebar.” “Di mana?” “Aku nggak tahu. Mama cuma bilang lihat di internet.” Samuel mengeluarkan ponselnya dan langsung menelepon seseorang. Suaranya rendah, cepat, dan tanpa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN