Tata merasa aneh dengan sahabatnya itu, sikapnya sungguh tak biasa. Ara bersikap seakan ada yang ditutupi atau mungkin akan terjadi sesuatu. Mencoba mencari tahu lebih dalam namun tak bisa, seperti ada tembok besar yang menghalangi. Tembok itu benar-benar menutup semua akses Tata untuk mencari tahu. Gadis itu merasa penasaran sekali, namun tak mampu menembus tembok besar itu. Berusaha untuk tetap tenang walaupun hatinya tak tenang dan pikirannya melalang buana. Tapi lagi-lagi, ia dituntut untuk tetap tenang dan sabar, tak boleh sembrono atau semacamnya. Untuk sesaat, itu membiarkan semuanya mengalir seperti air namun jika sudah saatnya nanti ia mendapatkan celah, maka akan masuk dan menerobosnya. Mencoba tersenyum walaupun sesak, ia tak ingin momen bahagia rusak karena pikiran-pikiran bu

