Takut

1585 Kata

"Abang panggil Tata, Sayang?" sergah Ara. "Hah? Apaan? Gak! Jangan ngadi-ngadi, Ara! Kamu pasti salah dengar!" "Mana ada salah dengar! Ngaku, gak!" paksa Ara. "Gak, Ara! Masa mau mengakui sesuatu yang tidak Abang ucapkan!" "Dasar munafik!" ketus Ara. "Ta, kamu gak pa-pa?" tanyanya beralih pada Tata. "Sakit, Ra," jawabnya meringis. "Gak pa-pa, nanti Abang Noel yang urut ya, dia harus tanggung jawab! Kan, Tata hampir tergelincir gara-gara, dia!" tunjuknya pada Noel. Pemuda itu hanya memutar bola matanya, malas. "Iya, Ra." "Ta, aku mau kasih tahu." "Apaan?" "Jangan percaya sama omongannya orang munafik! Bisa-bisa semua yang diucapkan itu modus!" sindirnya. "Hah? Gimana-gimana, maksudnya?" tanya Noel. "Lah? Apa? Abang merasa emang?" sarkas Ara memandangnya sinis. Rifky menahan ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN