Dua Wanita Turun Lapangan

2113 Kata

Ibun menatap mereka semua yang sedang bicara serius di taman lalu mendekat ikut bergabung. Duduk diantara anak-anak muda itu, tak ada batasan untuk ikut bergabung. Ternyata, Ayah pun ikut menyusul dan bergabung. Mereka menghabiskan sore di taman belakang sambil menunggu senja datang. "Apakah Ara sudah bahagia ya, Dik?" tanya Ayah yang berhasil membuat mereka semua menoleh ke arahnya. "Kenapa? Pertanyaan Ayah salah? Ayah hanya memastikan saja kok." "Belum bahagia Ayah sampai pelakunya ketemu." "Apakah Ara belum tenang sama seperti dulu Jamal dan Mawar, Nak?" tanya Ayah menatap lekat Tata. Gadis itu menarik nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan dan mengangguk pasti. "Ya Allah … malang sekali nasib kamu, Nak. Andai kamu tidak pergi ikut ke Jawa, mungkin saat ini masih berkumpul b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN