"Ara, bangun! Sayang, ini Mami, Nak. Please sadar!" Mami mengguncang tubuh Ara pelan. "Tata, hu hu, jangan sampai Ara kenapa-kenapa," ucap Pita hampir menangis. Noel bergerak maju, mengecek keadaan Ara. Awalnya pun ia merasa takut, tapi saat mengetahui keadaannya baik-baik saja bisa bernafas lega. "Aman, Ara gak pa-pa. Ini cuman pingsan karena mungkin rasa sakit yang tak tertahankan." "Alhamdulillah," ucap syukur mereka serempak. "Kita stop dulu, Bang," ucap Tata. "Iya, lebih baik sekarang Ara dibawa ke kamar saja. Tapi, empat s*****n, Tata dan Rey tetap disini," ucap Noel. Mereka mengangguk, Ayah sigap langsung menggendong anak gadisnya itu menuju kamar, Tata. Sengaja di bawa ke kamar Tata sesuai dengan permintaan anak-anak gadis itu. Mereka ingin mempunyai banyak waktu bersama. Ru

