Pelaku Pertama Menuai Karma

1883 Kata

Keenam anak istimewa itu saling menatap satu sama lain, bingung kok bisa ada darah perawan di dalam bungkusan wadah gaib tersebut itu. Berbagai pikiran buruk berkecamuk di kepala mereka. Tatapan Noel berhenti pada Tata, mereka seakan saling bicara melalui tatapan. "Buka yang lain cepat, Bang!" perintah Tata. Noel mengangguk dan kembali membuka bungkusan yang lain. Dengan perasaan tak tenang dan tangan yang bergetar, ia kembali membuka bungkusan ke tujuh dan ternyata dalamnya ada kembang tujuh rupa sekaligus darah merah terang. Ia menggeleng lemah, melanjutkan untuk membuka yang lainnya lagi. Bungkusan ke delapan sama seperti bungkusan ke satu sampai ketiga. Keringat dingin sudah membasahi tubuhnya, Rey menggenggam tangan Tata agar gadis itu tenang dan jangan sampai membuat Noel panik. S

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN