Sejak kejadian di rumah Tari waktu itu membuat Andri sering mimpi aneh. Setiap ia terlelap maka akan selalu bermimpi sedang b********h dengan Tari. Beberapa kali ia terbangun dan menghalau pikiran kotor itu namun sayangnya tak bisa. Ia seakan tak mampu untuk menghapus bayang-bayang Tari. Ada saja yang masuk ke dalam pikirannya itu, entah wajahnya, tubuhnya, senyumnya, pokoknya semua yang ada di diri Tari. Dua sisi di dalam tubuhnya mulai bergejolak, sisi kiri memaksanya untuk melanjutkan b******u dalam mimpi sedangkan sisi kanan memaksanya untuk membuang jauh-jauh pikiran buruk itu. Tengah malam, Andri terbangun karena lagi-lagi mimpi akan hal yang sama. Kepalanya pusing dan terasa sakit sekali karena merasa gejolaknya tak tersalurkan. Ia beranjak menuju kamar mandi dan merendam tubuhnya

