Menuai Karma

1401 Kata

Tari berada di sebuah ruangan yang gelap gulita dengan lantai dingin. Rasa takut mulai menyeruak di dalam hatinya, ia menoleh ke kanan dan ke kiri namun tak ada menemukan seseorang di sana. Bingung dan tak tahu harus apa dia sekarang, menangis pun apa akan ada yang mendengar? Apalagi, ruangan ini terlihat seperti kedap suara. Ragu, ia berjalan maju dan mulai menyadari bahwa tempat itu bukanlah ruangan melainkan sebuah lorong panjang. "Ayah!" "Ibu!" "Andri!" "Kalian dimana? Ini aku ada dimana? Kenapa gelap?" "Ayah, aku takut." "Bu, disini dingin sekali." "Andri, temani aku." Tari memanggil kedua orang tuanya dan juga kekasihnya, namun tak ada jawaban dari mereka. Bulu kuduknya mulai berdiri dan aroma amis menyeruak masuk ke dalam cuping hidungnya. Ia menutup hidungnya karena tak tah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN