Malam yang dingin dengan bertemankan sepi. Kejadian itu sudah berlalu, tapi Ara masih belum bisa juga berdamai. Ia sedang berusaha walaupun terasa sangat sulit sekali. Rasanya tak sanggup jika melihat Andri bermesraan dengan Tari di depannya. Ada rasa sakit yang tak bisa dijelaskan oleh kata-kata, hanya dirinya yang mampu merasakan semua itu. Ara sengaja menghindar dari semua orang, termasuk dari Pita dan Tata. Beberapa hari ini, ia memilih untuk berdiam diri dan tak banyak bicara. Beberapa kali Tata mencoba menghubungi tapi sama sekali tak dijawab olehnya. Ia merasa butuh waktu untuk menyendiri dalam sementara waktu itu. Duduk di balkon kamar menatap ke depan dan menghembuskan nafas berkali-kali. Posisi ini adalah ternyaman baginya. Sendiri di tengah malam dan ditemani oleh rembulan. Du

