Tata berlari ke arah Ara, ia ingin memastikan bahwa penglihatannya itu salah. Namun nahas, ia justru tersandung karena ada batu yang menghalangi, reflek Ara pun berlari menolong sahabatnya itu. Untuk sesaat, mereka saling menatap lekat satu sama lainnya, ada kesedihan yang tergambar jelas nanti tak bisa dijelaskan oleh kata-kata. Kedua gadis itu langsung berpelukan, menangis bersama. Semua yang melihatnya seakan ikut merasakan apa yang mereka rasakan. Tak sanggup melihat air mata yang keluar deras. Tata berkali-kali mengecup kepala Ara, menyampaikan rasa rindu, cinta, sayang dan khawatirnya. Bahu mereka terguncang hebat, menangis karena rasa sakit yang tak tertahankan. Tiba-tiba, Ara merasa pusing, sekelilingnya seperti berputar-putar dan pandangan matanya mulai buram. Gadis itu tak sada

