Saat ini mereka berenam sedang berkumpul di kamar tamu, masih pada diam tanpa kata. Mereka hanya menatap satu sama lainnya tanpa ada niatan untuk memulai pembicaraan. Tata merasa gelisah dengan ucapan Ibun dan jengah juga berada di antara para pemuda aneh yang minta kumpul namun hanya diam tanpa kata saja. "Ini mau apaan sih? Ngapa jadi pada diam semua? Heran!" sergah Tata mengawali pembicaraan karena sudah merasa jengah. "Kita harus selesaikan malam ini juga, Ta. Semuanya!" tegas Noel. "Kenapa, Bang? Ada apa?" tanya Tata bingung. "Kita sudah sangat terlambat, dukun itu memang sudah mengambil semua anak buahnya. Tapi, penyakit yang diberikan pada tubuh Ara sudah menjalar dan itu dalam dosis tinggi." "Apa? Kenapa kau tidak bicara sejak semalam!!" teriak Tata tak tertahankan. "Jika mem

